
PRINGSEWU, SAYLAMPUNG.ID- Anggota DPRD Provinsi Lampung, Watoni Noerdin, menggelar reses di Dusun Padang Asri, Pekon Fajar Agung, Kecamatan Pringsewu, Kabupaten Pringsewu, Rabu (17/1/2024).
Di hadapan Watoni Noerdin, warga meminta untuk memperbaiki jalan karena mayoritas penduduk setempat petani
Ketua Kelompok Tani, Beringin Jaya 2 Padang Asri, Kecamatan Pringsewu, Darsono mengatakan, persoalan air pertanian sudah kerap ia sampaikan pada sejumlah forum, baik desa dan sejenisnya. Tapi, sampai saat ini tak pernah terwujud.
“Sawah saya murni tadah hujan, kalau kemarau, lahan banyak tidur. Karena, tanah liat, petani mau nanam apa. Pak, tolong dibantu. Kami minta solusi dari Bapak Watoni,” kata Darsono.
Menurutnya, petani di Padang Asri Fajar Agung sudah bingung mau mengadu soal perairan pertanian. Bahkan, usul sumur BOR tak pernah terwujud.
“Petani disini giat untuk bertani tapi tak ada air. Jika tak ada air, petani mangkrak. Jika nyedot dari irigasi, harus mengeluarkan uang Rp500 ribu/hektare,” tegasnya.
Warga lainnya Suyatno mengatakan, soal pertanian bukan hanya pengairan, melainkan stok pupuk selalu langka saat musim tanam.
Bahkan kata ia, informasi didapat, kios pupuk memberlakukan persyaratan identitas lengkap dan asli, ketika akan mendapatkan pupuk.
“Pupuk pak, kami dapat info dari kios. Kedepan, pupuk akan dikurangi 50 persen dari sebelumnya. Belum lagi, mendapatkannya harus menyerahkan identitas asli. Sementara, kebutuhan pupuk banyak tapi dinas mengurangi,” tegasnya.
Suyatno mengaku, akses jalan pertanian sepanjang sekitar 500 meter. Selalu becek dan genangan air ketika curah hujan turun. Sementara, jalan ini akses untuk anak-anak sekolah.
“Kurang lebih 500 meter, masuk di Dusun Padang Asri. Tolong diperhatikan pak karena jalan itu juga dilalui anak-anak sekolah,” tegasnya.
Menanggapi hal itu, Watoni Noerdin mencatat semua aspirasi warga untuk ia perjuangkan. Artinya, persoalan pertanian di Pringsewu harus segera selesai.
“Nanti, hasil reses ini akan masuk pokok-pokok pikiran. Lalu direalisasikan dalam bentuk program. Selanjutnya, disampaikan ke masyarakat Pringsewu dan Lampung umumnya,” kata Watoni.
Wakil Ketua DPD PDIP Provinsi Lampung itu menekankan, persoalan pertanian harus menjadi prioritas utama. Karena, secara nasional. Lampung masuk peringkat dua.
Namun, kata ia, ketika tidak ditopang dengan menyejahterakan petani melalui program yang baik, akan tergerus.
“Minimal ketika akan musim tanam, pupuk tak langka. Obat-obatan pertanian terjangkau, harga hasil pertanian bisa sesuai harapan,” tegasnya. (*)